Pengemis Punya Honda CR-V !?

Percayakah Anda seorang pengemis bisa memiliki mobil Honda CR-V? Percaya atau tidak di Surabaya terdapat seorang pengemis, bukan pengemis biasa tentunya melainkan bos pengemis. Katakan saja namanya Cak To, dia telah mengemis selama puluhan tahun, sejak tahun 1990 saja ia bisa mendapatkan 1,5 juta per bulan dan semenjak tahun 2000 dia tidak perlu lagi untuk mengemis karena sekarang dia telah mengelola sekitar 54 orang pengemis.

 

Setiap harinya ia mendapat setoran dari anak buahnya, ia memang tidak menargetkan berapa jumlah setoran per harinya kepada anak buahnya, tapi rata-rata per harinya bisa mencapai 200-300 ribu, dengan kata lain pendapatannya per bulan bisa mencapai 6 – 9 JUTA !!! Saat ditanya apakah ia tidak malu akan profesinya maka jawabannya adalah “Yang penting halal”. Benarkah halal??

 

Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang meminta-minta padahal ia mampu, maka sesungguhnya ia hanya memperbanyak untuk dirinya bara api jahannam“. (HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban).

 

Dari Sahl bin Hanzhaliyah, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa meminta-minta sementara ia memiliki kecukupan maka sesungguhnya ia sedang memperbanyak bagian dari neraka. Ia [Sahl] bertanya, “Apakah batasan kecukupan itu wahai Rasulullah?” Rasulullah Saw, “Sekedar kecukupan untuk makan siang dan makan malam.” [Shahih, Abu Dawud 1629, Ahmad IV 180-181, dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Kabsyah Al Alawi]

 

Sungguh menyedihkan, untuk kebanyakan pengemis di Indonesia menjadikan mengemis adalah sebagai suatu profesi. Mereka (para pengemis) bahkan mempunyai cara untuk meningkatkan ‘kemampuan’ dalam menarik iba orang-orang. Kemudahan mereka mendapat kucuran dana dari meminta-minta tanpa harus bersusah payah yang mampu menutupi kebutuhan pokok hidup mereka menjadikan ‘profesi mengemis’ begitu menjamur di Indonesia.

 

Hal ini sangatlah berbeda dengan kondisi orang fakir di zaman Rasulullah , walau mereka tidak memiliki apa-apa tetapi mereka pantang untuk menengadahkan tangan mereka untuk meminta-minta dan menggadaikan harga diri mereka. Mereka yakin rezeki ada di tangan Allah, sedangkan kewajiban kita berdoa dan berusaha, pantang menyerah untuk menyambung hidup. Saking kuatnya sifat ini, saudara-saudara Muslim lainnya menganggap mereka bagaikan orang yang kaya dan mampu. Rasulullah bahkan pernah mencium tangan seorang sahabat yang sangat kasar lantaran banyak digunakan bekerja untuk menghindari dirinya dari meminta kepada orang lain

 

Allah tidak melarang kita untuk bersedekah, namun untuk menghadapi pengemis-pengemis gadungan kita pun harus bersedekah dengan cerdas agar ‘profesi mengemis‘ tidak semakin menjamur. Tengoklah Rasululullah Saw , tatkala datang kepadanya seorang yang mengadu kekurangan harta dan belitan hutang, beliau lantas memberinya sebuah kapak. Lalu menyuruhnya kembali beberapa minggu kemudian. Berangkatlah sahabat ini menuju hutan dan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual. Dan ternyata benar, sahabat tersebut telah dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, melunasi hutang serta memiliki sedikit simpanan untuk hari esok.

 

This entry was posted in Islamic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s