Di Malaysia, BBM Naik Gaji Pejabat Dipotong

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tak hanya di Indonesia. Baru-baru ini pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan yang sama.

Namun ternyata ada sedikit perbedaan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Jika di Indonesia kenaikan BBM ini coba diimbangi dengan kebijakan BLT, di Malaysia kenaikan BBM diikuti dengan pemotongan gaji seluruh menteri dan pejabat tinggi Negara.

PM Ahmad Badawi menyampaikan pemotongan gaji pejabat sebesar 10 persen ini dilakukan sebagai wujud kepedulian negara terhadap penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM. “Para pejabat pemerintahan harus memberikan contoh bagaimana caranya menghadapi tantangan itu,” ujar Badawi.

Selain menteri, Badawi juga akan memotong gaji serta tunjangan PM, deputi PM,dan wakil menteri. Satu paket dengan kebijakan itu, Badawi juga mengurangi fasilitas liburan ke luar negeri bagi para pejabat tinggi.

Sejumlah mega proyek juga akan ditunda untuk menghemat anggaran. Gerakan tersebut diperkirakan akan mampu menghemat anggaran negara sebesar USD613 juta (Rp5,71 triliun). Badawi mengaku menaikkan harga BBM merupakan pilihan sulit yang belum ada alternatif kebijakan lainnya.

BBM Naik Bukan Solusi

Apapun alasannya dan apapun kebijakan lain yang menyertainya, hakikatnya keputusan pemerintah menaikkan BBM bukan solusi terbaik untuk rakyat. Kebijakan ini justru akan menindas rakyat. Pemerintah memang sudah tidak lagi memihak rakyat, mereka justru mengorbankan rakyat demi mendapatkan keuntungannya sendiri. Hal ini disampaikan oleh Ekonom UGM Revrisond Baswir, Tabiat penguasa-penguasa kita dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Menindas rakyat demi keuntungan masing-masing,” ujarnya.

Post a Comment